Tuesday, April 17, 2012

10 Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Dalam Wawancara (I)

* Lima pertanyaan pertama

Baiklah, para pengunjung anantabangun.blogspot.com tentu pernah mengalami rasa gugup setelah menyanggupi undangan wawancara rekrutmen kerja. "Apa saja pertanyaan yang bakal diajukan?", "Bagaimana cara menjawab wawancara yang benar?" Adalah salah dua dari sekian banyak pertanyaan yang bergelayut di kepala.

Nah, guna menyiasati beberapa skenario wawancara tersebut, anantabangun.blogspot.com mengulas 10 pertanyaan yang paling umum dilontarkan. Agar tidak menjemukan, ulasan ini kami awali dari nomor 10.


10. "Coba ceritakan (sedikit) mengenai diri anda?"

Ini merupakan pertanyaan yang jamak diucapkan pewawancara, sesaat setelah kamu baru menghenyakkan tubuh di kursi. Dari pertanyaan ini, si pewawancara sebenarnya hendak mengetahui kepribadian kamu melalui cara penyampaian dan hal apa saja yang disampaikan.

Intinya berkenaan dengan istilah "kesan pertama begitu menggoda," maka usahakan memberi jawaban yang ringkas. Setidaknya, dalam kisaran waktua antara dua hingga 3 menit.

Lalu bagaimana menyiasati pertanyaan tersebut?

Sebelum mengikuti wawancara, kamu harus mempelajari lebih jauh kriteria yang diharapkan pihak perusahaan dari para pelamar. Jawaban kamu sebaiknya bertautan dengan poin kriteria ini.

Hindari jawaban yang tidak nyambung. Misalnya, hal-hal mengenai keluarga ataupun kegiatan pribadi kamu.

9. "Apa saja kelemahan anda?"

Sekilas, pertanyaan ini terlihat menjebak. Di satu sisi, kamu tentu sulit mengungkap kelemahan kamu yang mungkin mengurangi peluang mendapat pekerjaan tersebut. Tetapi, di sisi lain, kamu bakal dicap tidak jujur karena menyatakan tidak memiliki kelemahan sama sekali. Lalu, jawaban apa yang mestinya disampaikan?

Seusai mempelajari profil perusahaan, kamu akan mengetahui kemampuan mana yang dinilai sebagai poin plus dan mana yang dinilai minus oleh pewawancara. Awali dengan pengakuan kelemahan kamu yang tidak sesuai dengan persyaratan untuk posisi pekerjaan itu. Berikutnya, kamu dapat menuturkan kekuatan seolah menjadi satu kelemahan. Semisal, kamu boleh mengatakan sangat memperhatikan pekerjaan secara rinci.

Di bagian terakhir kamu dapat menyampaikan beberapa kelemahan yang kini berhasil ditaklukkan.


8. "Sebutkan prestasi terbaik anda"

Walaupun si pewawancara ingin kamu menyebutkan prestasi terbaikmu, harap diketahui pada sesi ini masih bertautan dengan sifat profesionalitas pekerjaan. Sesi ini akan memberi peluang untuk memaparkan kontribusi yang dapat diberi bila perusahaan berkenan merekrut kamu.

Kamu boleh menyampaikan satu prestasi, dimana kamu membuat beberapa penelitian dan berhasil menelurkan saran yang berguna menggenjot kinerja perusahaan tempat bekerja sebelumnya. Sebagai contoh, kamu mampu membuat terobosan yang menghemat anggaran atau meningkatkan produktivitas perusahaan.


7. "Mengapa kamu meninggalkan pekerjaan sebelumnya?"

Ada banyak alasan yang mengena untuk berhenti menangani satu pekerjaan. Hanya saja, dalam sesi wawancara, ada baiknya untuk memberi jawaban yang positif, alih-alih menuturkan keluhan atas posisi yang diemban sebelumnya.

Sampaikanlah pada pewawancara bahwasanya kamu telah membuat rencana pencapaian dalam karir. Kamu dapat mengatakan perusahaan yang dilamar tersebut memberi lingkungan kerja yang lebih baik dibanding sebelumnya. Tetap berpegang pada sudut  pandang bahwa pekerjaan yang lama telah mengembangkan keahlian yang kamu miliki guna diterapkan di perusahaan yang hendak dilamar.

Pewawancara sebenarnya ingin mereka-reka sejauh mana posisi baru tersebut bakal sesuai untuk kamu. Pihak perusahaan ingin menghindari skenario kamu bakal meninggalkan posisi itu karena beberapa poin yang diharapkan tidak tercapai.


6. "Mengapa anda ingin bekerja(sama) dengan kami?"

Di sini, pewawancara ingin melihat sejauh apa pemahaman kamu mengenai budaya kerja, atau apakah kamu mampu mengenali nilai-nilai dan visi yang dibuat perusahaan itu. Setiap manajemen perusahaan memiliki nilai dan visi yang amat dipegang teguh dalam menjalankan usahanya. Oleh karenanya, perhatikan jawaban yang sesuai untuk pertanyaan tersebut.

Sebagai satu contoh, jika perusahaan menekankan pentingnya hubungan yang erat dengan para pelanggan, katakanlah bahwa kamu sangat senang bekerja dalam tim. Dan lanjutkan, sifat tersebut lahir dari pemikiran bahwa kamu meyakini pentingnya nilai kebersamaan yang erat.

Kamu tidak mesti berbohong untuk menjawab pertanyaan ini. Jika ada beberapa nilai-nilai yang bertentangan dengan kamu, maka pertimbangkanlah secara matang jika benar-benar diterima bekerja di perusahaan itu.

Yang terutama ialah bersikap jujur atas budaya kerja yang ada di perusahaan tersebut.


Alih bahasa: AnantaBangun..net
(Sumber: Hongkiat)

No comments:

Post a Comment