*
Lima pertanyaan pertama
Baiklah, para
pengunjung anantabangun.blogspot.com tentu pernah mengalami rasa gugup setelah
menyanggupi undangan wawancara rekrutmen kerja. "Apa saja pertanyaan yang
bakal diajukan?", "Bagaimana cara menjawab wawancara yang
benar?" Adalah salah dua dari sekian banyak pertanyaan yang bergelayut di
kepala.
Nah, guna
menyiasati beberapa skenario wawancara tersebut, anantabangun.blogspot.com
mengulas 10 pertanyaan yang paling umum dilontarkan. Agar tidak menjemukan,
ulasan ini kami awali dari nomor 10.
10.
"Coba ceritakan (sedikit) mengenai diri anda?"
Ini merupakan
pertanyaan yang jamak diucapkan pewawancara, sesaat setelah kamu baru
menghenyakkan tubuh di kursi. Dari pertanyaan ini, si pewawancara sebenarnya
hendak mengetahui kepribadian kamu melalui cara penyampaian dan hal apa saja
yang disampaikan.
Intinya
berkenaan dengan istilah "kesan pertama begitu menggoda," maka
usahakan memberi jawaban yang ringkas. Setidaknya, dalam kisaran waktua antara
dua hingga 3 menit.
Lalu bagaimana
menyiasati pertanyaan tersebut?
Sebelum
mengikuti wawancara, kamu harus mempelajari lebih jauh kriteria yang diharapkan
pihak perusahaan dari para pelamar. Jawaban kamu sebaiknya bertautan dengan
poin kriteria ini.
Hindari jawaban
yang tidak nyambung. Misalnya, hal-hal mengenai keluarga ataupun
kegiatan pribadi kamu.
9.
"Apa saja kelemahan anda?"
Sekilas,
pertanyaan ini terlihat menjebak. Di satu sisi, kamu tentu sulit mengungkap
kelemahan kamu yang mungkin mengurangi peluang mendapat pekerjaan tersebut.
Tetapi, di sisi lain, kamu bakal dicap tidak jujur karena menyatakan tidak
memiliki kelemahan sama sekali. Lalu, jawaban apa yang mestinya disampaikan?
Seusai
mempelajari profil perusahaan, kamu akan mengetahui kemampuan mana yang dinilai
sebagai poin plus dan mana yang dinilai minus oleh pewawancara. Awali dengan
pengakuan kelemahan kamu yang tidak sesuai dengan persyaratan untuk posisi
pekerjaan itu. Berikutnya, kamu dapat menuturkan kekuatan seolah menjadi satu
kelemahan. Semisal, kamu boleh mengatakan sangat memperhatikan pekerjaan secara
rinci.
Di bagian
terakhir kamu dapat menyampaikan beberapa kelemahan yang kini berhasil
ditaklukkan.
8.
"Sebutkan prestasi terbaik anda"
Walaupun si
pewawancara ingin kamu menyebutkan prestasi terbaikmu, harap diketahui pada
sesi ini masih bertautan dengan sifat profesionalitas pekerjaan. Sesi ini akan
memberi peluang untuk memaparkan kontribusi yang dapat diberi bila perusahaan
berkenan merekrut kamu.
Kamu boleh
menyampaikan satu prestasi, dimana kamu membuat beberapa penelitian dan
berhasil menelurkan saran yang berguna menggenjot kinerja perusahaan tempat
bekerja sebelumnya. Sebagai contoh, kamu mampu membuat terobosan yang menghemat
anggaran atau meningkatkan produktivitas perusahaan.
7.
"Mengapa kamu meninggalkan pekerjaan sebelumnya?"
Ada banyak
alasan yang mengena untuk berhenti menangani satu pekerjaan. Hanya saja, dalam
sesi wawancara, ada baiknya untuk memberi jawaban yang positif, alih-alih
menuturkan keluhan atas posisi yang diemban sebelumnya.
Sampaikanlah
pada pewawancara bahwasanya kamu telah membuat rencana pencapaian dalam karir.
Kamu dapat mengatakan perusahaan yang dilamar tersebut memberi lingkungan kerja
yang lebih baik dibanding sebelumnya. Tetap berpegang pada sudut pandang bahwa pekerjaan yang lama telah
mengembangkan keahlian yang kamu miliki guna diterapkan di perusahaan yang
hendak dilamar.
Pewawancara
sebenarnya ingin mereka-reka sejauh mana posisi baru tersebut bakal sesuai
untuk kamu. Pihak perusahaan ingin menghindari skenario kamu bakal meninggalkan
posisi itu karena beberapa poin yang diharapkan tidak tercapai.
6.
"Mengapa anda ingin bekerja(sama) dengan kami?"
Di sini,
pewawancara ingin melihat sejauh apa pemahaman kamu mengenai budaya kerja, atau
apakah kamu mampu mengenali nilai-nilai dan visi yang dibuat perusahaan itu.
Setiap manajemen perusahaan memiliki nilai dan visi yang amat dipegang teguh
dalam menjalankan usahanya. Oleh karenanya, perhatikan jawaban yang sesuai
untuk pertanyaan tersebut.
Sebagai satu
contoh, jika perusahaan menekankan pentingnya hubungan yang erat dengan para
pelanggan, katakanlah bahwa kamu sangat senang bekerja dalam tim. Dan
lanjutkan, sifat tersebut lahir dari pemikiran bahwa kamu meyakini pentingnya
nilai kebersamaan yang erat.
Kamu tidak
mesti berbohong untuk menjawab pertanyaan ini. Jika ada beberapa nilai-nilai
yang bertentangan dengan kamu, maka pertimbangkanlah secara matang jika
benar-benar diterima bekerja di perusahaan itu.
Yang terutama
ialah bersikap jujur atas budaya kerja yang ada di perusahaan tersebut.
Alih
bahasa: AnantaBangun..net
(Sumber: Hongkiat)
No comments:
Post a Comment